Percepat Penurunan Stunting, Sri Purwaningsih: Kuatkan Kolaborasi dan Sinergitas

Jnr.com Jambi - Perhatian serius terus diarahkan ke penanganan kasus stunting di Kota Jambi, dengan digelarnya rapat koordinasi untuk mengevaluasi kinerja tahunan dalam upaya konvergensi penurunan stunting, Rabu (31/1/2024) di aula Bappeda Kota Jambi.

Penjabat Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih turut membuka rapat tersebut, dan menekankan pentingnya penanganan masalah stunting sebagai program utama Pemerintah Kota Jambi.

Rapat koordinasi ini, yang melibatkan 8 sektor konvergensi penurunan stunting, diharapkan dapat mempercepat penurunan angka kasus stunting di Kota Jambi.

Sri Purwaningsih menyampaikan harapannya agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat dalam penanganan stunting dapat mempersiapkan berbagai aspek program penurunan stunting.

 

Pada kesempatan ini, Pj Wali Kota Jambi, Sri Purwaningsih, menyampaikan target yang telah ditetapkan pemerintah terkait prevalensi stunting.

Pada 2022, Kota Jambi berhasil mencapai angka 14 persen, dan target untuk 2023 diharapkan dapat mencapai 12 persen.

Untuk tahun 2024, Sri Purwaningsih meminta agar target maksimal yang ditetapkan adalah 10 persen, dengan harapan angka prevalensi stunting di bawah 10 persen pada tahun tersebut.

"Ini (rapat) semuanya dalam rangka memberikan dukungan, memberikan support supaya penurunan stunting di Kota Jambi benar-benar bisa terwujud, sesuai dengan target yang ditetapkan," ungkapnya.

Sri Purwaningsih juga mengingatkan agar Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) Kota Jambi, yang memiliki kontak langsung dengan masyarakat, menerapkan konvergensi penanganan stunting.

Ia mendorong Camat untuk turun ke lapangan, mengunjungi rumah-rumah anak-anak, khususnya balita yang masuk dalam kategori pendek dan sangat pendek.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Jambi, Irawati Sukandar, sebelumnya menyampaikan bahwa pada tahun 2023, target penurunan angka stunting di Kota Jambi ditetapkan menjadi 9 persen.

Irawati Sukandar juga mencatat penurunan signifikan kasus stunting dari 813 pada Februari 2022 menjadi 513 pada akhir tahun 2022.

Sementara berdasarkan pengukuran yang dilakukan pada bulan Agustus 2023 lalu, tercatat masih 342 Balita yang dikategorikan stunting.

Dengan rincian 264 balita dikategorikan pendek, dan 78 dikategorikan sangat pendek.

Dari Jumlah tersebut, Kecamatan Jambi Timur menduduki wilayah yang paling banyak ditemukan Stunting, yaitu 113, dan Kecamatan Jelutung sebanyak 77 balita stunting.

Beberapa langkah yang telah diambil mencakup program bedah rumah, bantuan BPJS, program Jambi Bugar, pemberian makanan tambahan, dan program bapak-ibu asuh bagi anak stunting. 

Kategori :   Jambi Kito
Tag :   #kotajambiterkini   #stunting  

© JambiNewsRoom. All Rights Reserved.